Mengemudi Motor di Saat Hujan? Jangan Lupa Perhatikan Hal Ini!

04 April 2019 Views : 96

Mengemudi Motor di Saat Hujan? Jangan Lupa Perhatikan Hal Ini!

Sejumlah kota besar di Indonesia belakangan ini seringkali diguyur hujan dengan intensitas yang cukup deras. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah memprediksi musim hujan berakhir Maret 2019. Namun tampaknya, dengan tidak jelasnya curah hujan yang masih tinggi belakangan ini, di bulan April sepertinya kita masih akan merasakan basahnya musim hujan. Risiko kecelakaan di jalan saat hujan cukup tinggi. Penyebabnya bervariasi, bisa disebabkan karena handling, visibilitas, sampai kemampuan pengemudi ketika melintas jalanan ketika hujan. Turunnya hujan tentunya membuat para pengguna jalan terutama pengendara motor perlu persiapan lebih untuk menerobos guyuran hujan agar berkendara tetap aman.


Yuk perhatikan beberapa hal dibawah ini supaya tetap aman ketika berkendara saat hujan!

 

1. Cek kesiapan kendaraan

  1. Ban

Dalam keadaan jalanan basah, ban perlu dicek kondisinya. Kondisi ban yang baik memiliki permukaan yang kasar. Jika permukaan ban sudan licin atau tipis, friksi terhadap permukaan jalan akan berkurang sehingga dalam kondisi jalanan basah dapat menyebabkan pengendalian motor menjadi sulit dan membuat pengendara terjatuh.

  • Rem

Rem merupakan komponen sepeda motor paling vital. Jika rem tidak berfungsi dengan baik terlebih saat hujan, pengendara tidak bisa mengendalikan motornya dengan lancar sehingga diperlukan penggantian secara teratur. Kampas rem yang sudah aus akan membuat pengendara kesulitan untuk mengurangi kecepatan atau menghentikan kendaraan.

Jika kampas rem sudah aus, Daytona memiliki kampas rem seri max dan pro di http://mpm-parts.com/en/products dengan kualitas dan durabilitas pemakaian maksimal yang dapat menjadi pilihan untuk komponen pengendara.

  • Oli

Oli kendaraan yang berwarna putih seperti susu artinya oli sudah bercampur dengan air perlu dilakukan pengurasan. Periksa juga apakah terjadi kebocoran oli, karena selain bisa merugikan diri sendiri, oli yang bocor dapat membuat jalanan basah akibat hujan menjadi lebih licin sehingga membahayakan pengendara lain pula.

  • Busi

Saat musim hujan, beri perhatian untuk busi. Cek apakah bagian metal busi berkarat atau tidak karena akan mempengaruhi kondisi ruang bakar. Selain itu, tutup busi juga berperan penting untuk mencegah motor mogok saat melintasi genangan air. Apabila karet yang terdapat pada tutup busi sudah keras, sangat disarankan untuk diganti agar sistem pembakaran tetap berfungsi baik. Daytona Ignimax Spark Plug Pro Series di http://mpm-parts.com/en/products dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengganti busi. Selain memiliki sistem pembakaran yang lebih baik bahkan pada saat RPM tinggi, Ignimax Spark Plug Pro Series juga membuat mesin mudah dihidupkan bahkan saat suhu dingin sehingga memudahkan pengendara ketika ingin berkendara saat hujan. Lihat pentingnya mengganti busi secara berkala disini: http://mpm-parts.com/en/news/detail/Alasan-Kenapa-Mengganti-Busi-itu-Penting-Bagi-%22Kesehatan%22-Sepeda-Motormu

  • Lampu

Ketika hujan, pengendara dituntut untuk lebih waspada dalam memilih jalan yang lebih aman. Jika lampu tidak berfungsi jarak pandang akan berkurang sehingga pengendara tidak dapat melihat jalan dengan baik. Selain membahayakan diri sendiri pengendara lain pun akan terganggu.

 

2. Memakai perlengkapan diri yang anti air

Berkendara saat hujan memang memang lebih berisiko. Pengendara sepeda motor bisa menjadi kehilangan fokus akibat badan yang menggigil jika tidak menggunakan perlengkapan diri yang mendukung mobilitas berkendara.

Jas hujan merupakan salah satu perlengkapan diri yang tidak boleh terlewatkan untuk dikenakan. Bagi pengendara motor, warna jas hujan direkomendasikan harus mencolok agar memudahkan visibilitas pengendara lain. Model jas hujan yang disarankan adalah model two piece (dua potong, jaket dan celana). Jas hujan model ini dapat bekerja maksimal melindungi pengendara karena lebih lekat di tubuh sehingga menutup tubuh dari guyuran air hujan serta lebih aman karena kecilnya risiko tersangkut.

Sedangkan, jas hujan model ponco atau kerap disebut model kelelawar sangat tidak disarankan untuk dikenakan. Walaupun lebih praktis dan ukurannya lebih besar dibanding model two piece, jas hujan ini tidak terlalu lekat dengan tubuh sehingga akan lebih banyak bagian yang akan basah ketika hujan deras dating. Selain itu, jubah ponco yang panjang berpotensi menutupi lampu rem dan lampu sen motor, serta tak jarang kecelakaan terjadi karena sayap ponco masuk ke jeruji motor atau tersangkut di setang pengendara motor dari arah berlawanan.

Selain jas hujan, sarung tangan yang anti air dapat meningkatkan kenyamanan berkendara. Jenis bahan sarung tangan yang direkomendasikan ketika berkendara saat hujan adalah jenis sarung tangan kulit karena anti air.

Hal yang tidak kalah penting untuk dikenakan saat hujan adalah helm. Bagi pengendara motor, helm sebagai satu-satunya pelindung kepala adalah kewajiban untuk dikenakan. Ketika hujan, helm kerap berembun dan mengganggu penglihatan berkendara. Oleh karena itu, pastikan helm sudah terpasang anti-fog atau anti-kabut, breath guard, atau visor lainnya dengan electric defrost function (fungsi menghilangkan embun). Hal ini penting agar berkendara lebih aman, apalagi saat malam hari dan ketika hujan.

 

3. Gaya berkendara yang lebih santai dan waspada

Hujan membuat jalanan menjadi licin yang membuat risiko kecelakaan saat hujan cukup tinggi. Oleh karena itu, gaya berkendara saat musim kemarau dan musim hujan tidak bisa disamakan. Saat hujan turun diharapkan pengemudi harus lebih santai dan waspada karena dibutuhkan fokus yang lebih ketika berkendara saat hujan.

Hujan menimbulkan genangan yang bisa saja terkadang merupakan lubang yang dapat membuat pengendara motor jatuh. Ditambah lagi, hujan yang deras dapat membuat pembatas jalan dengan trotoar tergenang air sehingga banyak pengendara motor yang tidak bisa mengetahui di mana batas jalan tersebut. Untuk menyiasati keadaan jalan saat hujan, pengendara harus tetap waspada dan dapat memindai jalan serta sebaiknya pilih jalur yang tidak tergenang air, biasanya jalur yang lebih kering berada agak ditengah dan hindari jalur pinggir yang biasanya terdapat genangan yang lebih dalam.

Untuk pengguna sepeda motor manual, pastikan bahwa motor berada di gigi satu atau dua sebelum melewati genangan. Dengan demikian, mesin berada di pita daya yang rendah dan memudahkan pengendara saat merasa perlu untuk mempercepat maupun memperlambat kendaraan.

Selain genangan air, warna pelangi di jalanan juga harus dihindari. Mengapa? Karena warna pelangi tersebut adalah minyak yang tercampur oleh air di tanah yang timbul akibat pantulan dari cahaya Minyak pada umumnya sangatlah licin dan akan menjadi lebih licin setelah bercampur dengan air.

Saat berkendara di tengah hujan, sebaiknya pengendara motor mengurangi kecepatan berkendara agar menghindari risiko terpeleset. Selain menghindari risiko terpeleset, mengurangi kecepatan berkendara dapat mengurangi kecelakaan fatal yang disebabkan jika pengendara menghantam suatu lobang atau polisi tidur yang tak terlihat

Pengereman saat hujan turun juga harus dilakukan secara perlahan dan bertahap agar tidak terjadi hard braking yang berpotensi ban slip. Ada baiknya pula ketika sedang berkendara didaerah hujan atau dijalanan yang licin yang disebabkan oleh hujan menggunakan rem belakang lebih dahulu daripada rem depan motor. Dengan begitu pengendalian motor akan lebih mudah dibandingkan ban depan yang melakukan rem.Selain itu, ingat untuk selalu menjaga jarak aman antar kendaraan agar mengurangi potensi tabrakan.

 

 

Referensi

www.otomotif.kompas.com

www.otosia.com

www.cintamobil.com

Related News

Whoops, looks like something went wrong.